Selasa, 13 Desember 2016

Contoh Perintah kerja tertulis

YAYASAN AMIL HASANAH
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) HASANAH PEKANBARU
Jalan Cempedak No. 37 Telp/Fax (0761)38004 – Pekanbaru
Website: www.. smkhasanahpekanbaru.sch.id – Email: smk_Hasanah_Pku@yahoo.co.id

MEMO

Dari   : Kepala Sekolah
Untuk: Wakasek Kesiswaan

          Harap dilaksanakan acara Study Tour ke sejumlah perusahaan di daerah Perindustrian Pekanbaru, agar siswa kelas XI yang magang mengetahui bagaimana konsep keselamatan kerja di berbagai perusahaan.

                                                                           
Pekanbaru, 17 Agustus 2015
Kepala Sekolah




(Sondang Elisabet, MM.)



YAYASAN AMIL HASANAH
SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN (SMK) HASANAH PEKANBARU
Jalan Cempedak No. 37 Telp/Fax (0761)38004 – Pekanbaru
Website: www.. smkhasanahpekanbaru.sch.id – Email: smk_Hasanah_Pku@yahoo.co.id

Pengumuman
No:177/YAH/SMK/X/2015

     Bersama ini kami umumkan bahwa untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman siswa di dunia kerja, khususnya mengenai konsep keselamatan kerja, akan diadakan acara study tour ke daerah perindustrian Pekanbaru pada 27 Agustus 2015. Acara study tour ini hanya diperuntungkan bagi siswa kelas XI. Setiap siswa kelas XI diharapkan segera mendaftarkan diri kepada wali kelas masing-masing.

Pekanbaru, 17 Agustus 2015
Kepala Sekolah



(Sondang Elisabet, MM.)


YAYASAN AMIL HASANAH
SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN (SMK) HASANAH PEKANBARU
Jalan Cempedak No. 37 Telp/Fax (0761)38004 – Pekanbaru
Website: www.. smkhasanahpekanbaru.sch.id – Email: smk_Hasanah_Pku@yahoo.co.id

Edaran
No:177/YAH/SMK/X/2015

     Bersama ini kami beritahukan kepada orang tua/wali murid siswa kelas XI bahwa sehubungan dengan akan diadakannya kegiatan study tour ke kawasan industri Pekanbaru pada 27 Agustus 2015, kami memohon Bapak/Ibu untuk memberikan izin. Kegiatan tersebut tidak dipungut biaya karena segala pembiayaan yang berhubungan dengan hal tersebut akan ditanggung oleh pihak sekolah dengan menggunakan subsidi dari sekolah dan sponsor penyelenggaraan acara tersebut.

Pekanbaru, 17 Agustus 2015
Kepala Sekolah



(Sondang Elisabet, MM.)



DISPOSISI

Indeks        :...........................                                                      Rahasia:..............
                                                                                                     Penting:..............
Kode          :                                                                      tgl Penyelesaian:...............
Tanggal/No: 17 Agustus 2015
Asal         : Kepala Dinas pendidikan Kota Pekanbaru
Isi Ringkas: Tentang seminar Kurikulum 2013
Instruksi/Informasi: Diteruskan kepada
1.      Sondang Elisabet, MM
2.      M. Husen


Sesudah digunakan harap segera kembali
Kepada:.............................
Tanggal:............................





PETUNJUK KESELAMATAN
1.      Bacalah dan ikuti semua petunjuk dengan seksama sebelum menggunakan kipas angin. Pabrik tidak bertanggung jawab atas kecelakaan yang disebabkan oleh pemasangan yang tidak benar atau tidak sesuai dengan petunjuk penggunaan.
2.      Kipas angin ini beroperasi dengan menggunakan tegangan 220V-50 Hz. Gunakan stop kontak khusus dan jangan dikombinasikan dengan pemakaian lain.
3.      Untuk menghidari bahaya, jika AC cord rusak maka harus diganti dengan AC Cord sesuai dengan standar pabrik yang bisa diperoleh di bagian service center.
4.      Agar sekring pengaman (pemutus termal) yang ada pada motor tidak putus jangan menghidupkan motor tanpa memakai blade dan jangan menahan blade saat berputar.
5.      Berhati-hatilah, jangan mengarahkan angin dari kipas langsung ke tubuh dalam waktu yang lama, terutama pada orang sakit, bayi yang baru lahir, dan orang lanjut usia.
6.      Jangan memasukan jari-jari tangan atau benda lain ke dalam guard karena blace dapat merusak dan berbahaya.
7.      Jangan menggunakan kipas angin di dekat tirai, karena dapat menimbulkan kerusakan dan sesuatu yang tidak diinginkan.
8.      Jangan menggunakan kipas angin pada:
a.      Ruang dengan suhu di atas 40 derajat
b.      Ruang lembab
c.       Dekat api atau tempat yang terkena air.
d.      Tempat yang banyak terdapat minyak, berdebu, dan bahan kimia.
9.      Jangan menyemprotkan bahan kimia karena dapat menyebabkan bagian yang terbuat dari bahan plastik menjadi rusak dan berubah bentuk.
10.  Pastikan kipas angin sudah dimatikan dan cabut AC Cord stop kontak, jika kipas angin tidak digunakan, sebelum membersihkan atau melakukan perawatan kipas angin.

Perhatian:
            Pabrik tidak bertanggung jawab terhadap penambahan/penggantian spare  part dan AC Cord yang bukan standar dari pabrik atau melakukan perbaikan di luar service center resmi kami.


Contoh Surat Kuasa


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 25 JAKARTA
Jalan A.M. Sangaji 22-24 Jakarta Pusat
Jakarta 10130, Telepon (021) 6331921

SURAT KUASA
Nomor: 346 / SMA / 25 / III / 2004

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
            Nama               : Iklima Syafitri, S.Pd.
            Jabatan                       : Guru SMK Hasanah Pekanbaru.
            Alamat                        : Jalan Tangkerang Tengah Pekanbaru.
Dengan surat ini memberikan kuasa kepada,
            Nama               : Khabil Lathif, M.A
            Jabatan                        : Guru Pembantu
            Alamat                        : Jalan Cendana Surga.
untuk mengambil uang gaji bulan Juli 2004 atas nama Misha, S.Pd di Bank Mandiri Syariah, Pekanbaru.
Demikian surat kuasa ini agar dapat digunakan sesuai dengan keperluannya. Jika dikemudian hari terdapat kekeliruan, maka akan diselesaikan secara kekeluargaan.





                                                                                    Pekanbaru, 22 Juli 2004
Penerima kuasa                                                           Pemberi Kuasa




Khabil, Lahtif, M.A.                                                   Iklima Syafitri, S.Pd., M.A.





Permasalahan Guru di Indonesia


Permasalahan Utama Guru Indonesia
       Dalam dunia pendidikan, Keberadaan Peran dan Fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur Pendidikan Formal, Informal, maupun Nonformal. Oleh sebab itu, dalam setiap peningkatkan kualitas Pendidikan di Tanah Air, Guru tidak dapat terlepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan Eksistensi mereka.
Filosofi sosial budaya dalam Pendidikan di Indonesia, telah menempatkan fungsi dan Peran guru sedemikian rupa sehingga  peran guru  di Indonesia tidak jarang telah di posisikan mempunyai peran ganda  bahkan multi fungsi. Mereka dituntut tidak hanya sebagai Pendidik yang harus mampu mentransformasikan nilai-nilai Ilmu Pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai Penjaga Moral bagi anak didik. Bahkan tidak jarang, Para Guru dianggap sebagai orang Kedua, setelah orang tua anak didik dalam Proses Pendidikan secara global.
Untuk itu guru harus memilki kualifikasi minimum, sertifikasi sesuai kewenangan mengajar yakni: menguasai bidang studi, memahami Peserta Didik, penguasaan Pembelajaran yang mendidik, memiliki Kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Profesional, dan Sosial Sehat Jasmani dan Rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional.
Namun kenyataannya masih banyak Permasalahan guru yang segera diselesaikan. Saat ini setidak-tidaknya ada empat hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi guru Indonesia, yaitu: Pertama, Masalah Kualitas/ Mutu Guru, Kedua, Jumlah Guru yang dirasakan masih kurang, Ketiga, Masalah distribusi guru, dan Keempat Masalah Kesejahteraan guru.[1]
1.      Masalah Kualitas Guru
Kualitas guru Indonesia, saat ini di sinyalir sangat memprihatinkan. Berdasarkan data tahun 2002/2003, dari 1,2 Juta guru SD saat ini, hanya 8,3 %nya yang berijazah sarjana. Realita semacam ini, pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas Anak didik yang dihasilkan.
Padahal dalam peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 2005 tentang standar Nasioanal Pendidikan Pasal 29 menegaskan bahwa kualifikasi guru mulai jenjang PAUD-SLTA minimal DIV dan Sarjana S1.[2]
Belum lagi masalah, di mana seorang guru (khususnya SD) sering mengajar lebih dari satu mata pelajaran yang tidak jarang bukan merupakan inti dari pengetahuan yang dimilikinya, hal seperti ini tentu saja dapat mengakibatkan Proses Belajar menjadi tidak maksimal.
2. Jumlah Guru Yang Masih Kurang
Jumlah guru di Indonesia saat ini masih kurang, apabila dikaitkan dengan jumlah anak didik yang ada. Oleh sebab itu, jumlah murid per kelas dengan jumlah guru yang tersedia saat ini, dirasakan masih kurang profesional, sehingga tidak jarang satu ruang kelas sering diisi lebih dari 50 anak didik. Sebuah angka yang jauh dari Ideal untuk sebuah proses belajar dan mengajar yang dianggap efektif. Idealnya, setiap kelas diisi tidak lebih dari 15-20 anak didik untuk menjamin  kualitas proses belajar mengajar yang maksimal.
3. Masalah Distribusi Guru
Masalah distribusi guru yang kurang merata, merupakan masalah tersendiri dalam dunia Pendidikan di Indonesia. Di daerah-daerah terpencil, masih sering kita dengar adanya kekurangan guru dalam satu wilayah, baik karena alasan keamanan maupun faktor-faktor lain, seperti masalah Fasilitas dan kesejahteraan guru yang dianggap masih jauh dari yang diharapkan.
4. Masalah Kesejahteraan Guru
 Sudah bukan menjadi rahasia umum, bahwa tingkat kesejahteraan guru-guru sangat memprihatinkan.Penghasilan para guru, dipandang masih jauh dari mencukupi, apalagi bagi mereka yang masih berstatus sebagai guru bantu atau guru honorer. Kondisi ini telah menjadikan para guru untuk mencari penghasilan tambahan, di luar dari tugas pokok mereka sebagai pengajar, termasuk berbisnis di lingkungan di mana mereka mengajar. Peningkatan kesejahteraan guru yang wajar, dapat meningkatkan profesionalisme guru, termasuk dapat mencegah para guru melakukan praktek bisnis di sekolah.



PERMASALAHAN GURU DI INDONESIA

Dalam dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal, informal maupun nonformal. Oleh sebab itu, dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air, guru tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan eksistensi mereka.
Filosofi sosial budaya dalam pendidikan di Indonesia, telah menempatkan fungsi dan peran guru sedemikian rupa sehingga para guru di Indonesia tidak jarang telah di posisikan mempunyai peran ganda bahkan multi fungsi. Mereka di tuntut tidak hanya sebagai pendidik yang harus mampu mentransformasikan nilai-nilai ilmu pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai penjaga moral bagi anak didik. Bahkan tidak jarang, para guru dianggap sebagai orang kedua, setelah orang tua anak didik dalam proses pendidikan secara global.
Saat ini setidak-tidaknya ada empat hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi guru di Indonesia, yaitu : pertama, masalah kualitas/mutu guru, kedua, jumlah guru yang dirasakan masih kurang, ketiga, masalah distribusi guru dan masalah kesejahteraan guru.
1. Masalah Kualitas Guru
Kualitas guru Indonesia, saat ini disinyalir sangat memprihatinkan. Berdasarkan data tahun 2002/2003, dari 1,2 juta guru SD saat ini, hanya 8,3%nya yang berijasah sarjana. Realitas semacam ini, pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas anak didik yang dihasilkan. Belum lagi masalah, dimana seorang guru (khususnya SD), sering mengajar lebih dari satu mata pelajaran (guru kelas) yang tidak jarang, bukan merupakan inti dari pengetahuan yang dimilikinya, hal seperti ini tentu saja dapat mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal.

2. Jumlah Guru yang Masih Kurang
Jumlah guru di Indonesia saat ini masih dirasakan kurang, apabila dikaitkan dengan jumlah anak didik yang ada. Oleh sebab itu, jumlah murid per kelas dengan jumlah guru yag tersedia saat ini, dirasakan masih kurang proporsional, sehingga tidak jarang satu raung kelas sering di isi lebih dari 30 anak didik. Sebuah angka yang jauh dari ideal untuk sebuah proses belajar dan mengajar yang di anggap efektif. Idealnya, setiap kelas diisi tidak lebih dari 15-20 anak didik untuk menjamin kualitas proses belajar mengajar yang maksimal.
3. Masalah Distribusi Guru
Masalah distribusi guru yang kurang merata, merupakan masalah tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di daerah-daerah terpencil, masing sering kita dengar adanya kekurangan guru dalam suatu wilayah, baik karena alasan keamanan maupun faktor-faktor lain, seperti masalah fasilitas dan kesejahteraan guru yang dianggap masih jauh yang diharapkan.
4. Masalah Kesejahteraan Guru
Sudah bukan menjadi rahasia umum, bahwa tingkat kesejahteraan guru-guru kita sangat memprihatinkan. Penghasilan para guru, dipandang masih jauh dari mencukupi, apalagi bagi mereka yang masih berstatus sebagai guru bantu atau guru honorer. Kondisi seperti ini, telah merangsang sebagian para guru untuk mencari penghasilan tambahan, diluar dari tugas pokok mereka sebagai pengajar, termasuk berbisnis di lingkungan sekolah dimana mereka mengajar. Peningkatan kesejahteaan guru yang wajar, dapat meningkatkan profesinalisme guru, termasuk dapat mencegah para guru melakukan praktek bisnis di sekolah.
Kedudukan, Fungsi, Tugas, dan Tujuan Seorang Guru
Bab II Pasal 2 Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa: (1) Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(2) Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud.

Maksud dari ayat di atas menyebutkan bahwa guru adalah orang yang mendalami profesi sebagai pengajar dan pendidik, mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk memberikan kontribusi. Umumnya guru merujuk pada pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi hasil belajar siswa peserta didiknya. Tugas guru yang diemban timbul dari rasa percaya masyarakat terdiri dari mentransfer kebudayaan dalam arti yang luas, ketrampilan menjalani kehidupan (Life skills), terlibat dalam kegiatan-kegiatan menjelaskan, mendefinisikan, membuktikan dan mengklasifikasikan, selain harus menunjukkan sebagai orang yang berpengetahuan luas, trampil dan sikap yang bisa dijadikan panutan. Maka dari itu, guru harus memiliki kompetensi dalam membimbing siswa untuk siap menghadapi kehidupan yang sebenarnya (The real life) dan bahkan mampu memberikan keteladanan yang baik.
Undang-Undang No 14 tahun 2005, pasal 4 mengisyaratkan bahwa Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran yang berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Pasal 6 menyebutkan bahwa Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Di samping itu guru mempunyai tugas utama sebagai berikut:
a) menyusun perencanaan pembelajaran;
b) menyampaikan perencanaan;
c) melakukan hubungan baik dengan sesama teman seprofesi, maupun dengan masyarakat;
d) mengelola kelas yang disesuaikan dengan karakterstik peserta didik;
e) melakukan penelitian dan inovasi dalam pendidikan, dan memanfaatkan hasilnya untuk kemajuan pendidikan;
f) mendidik siswa sehingga mereka menjadi manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika, bangsa, masyarakat, dan agama;
g) melaksanakan program bimbingan konseling, dan administrasi pendidikan;
h) mengembangkan diri dalam wawasan, sikap, dan ketrampilan profesi; dan
i) memanfaatkan teknologi, lingkungan, budaya, dan sosial, serta lingkungan alam dalam proses belJAr

Bahasa Inggris yang seharusnya ditulis ke dalam Bahasa Indonesia


            Bahasa Inggris yang Seharusnya ditulis kedalam Bahasa Indonesia.
1.      Rezky Sports
                        Dalam bahasa indonesia ditulis Olahraga Rezky.
2.      Data Computer
                  Dalam bahasa Indonesia ditulis Data Komputer.
3.      Service Game
            Dalama bahasa Indonesia ditulis Pasang Permainan.
4.      Faiza Baby Shop
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Perbelanjaan Bayi Faiza.
5.      Big sale
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Penjualan Terbesar.
6.      Seller
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Penjual atau terjual.
7.      Isi Langsung Start
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Mulai Langsung Isi.
8.      Galerry Indosat
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Galery Indosat.
9.      Riau Textile
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Tekstil Indonesia.
10.  Riau Textile
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Tekstil Riau.
11.  Sanggar Senam D’Sister
Dalam bahasa Indonesia ditulis Sanggar Senam Saudara Perempuan.
12.   Toko Shoes
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Toko Sepatu.
13.  Best Furniture
                  Dalam bahasa Inodnesia ditulis Peralatan Terbaik.
14.  Kencana Optical
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Optikal Kencana.
15.  Levi Meubel
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Perabot Levi.
16.  Toko Textile Yulia
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Toko Tekstil Yulia.
17.  Toko Textile Budi
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Toko Tekstil Budi.
18.  Golden Gate
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Gerbang Emas.
19.  Meubel Halifah Jaya
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Perabotan Halifah Jaya.
20.  Italy Jewelry
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Perhiasan Itali.
21.  Salsa Boutique
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Butik Salsa.
22.  Karan Textile
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Tekstil Karan.
23.  Toserba Hero
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Toserba Pahlawan.
24.  Star Seluler Shop
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Perbelanjaan Seluler Bintang.
25.  Tx Travel
            Dalam bahasa Indonesia ditulis Perjalanan Tx.



Puisi dengan tema Senja



Puisi yang berjudul Narasi di Penghujung Gerimis Senja, merupakan salah satu puisi Antologi buku Nostalgia.
Narasi di Penghujung Gerimis Senja
Karya: Iklima Syafitri

Tentang senja
Yang anggun dalam biasnya yang mulai tampak merona
Terlihat pada gurat wajahnya yang malu-malu pada jeda di penghujung gerimis
Yang ditapaki jejak basah
            Masih tentang senja
            Bergembira di riangnya saat gerimis memberi jeda
            Menapaki bersama nyanyian dedaunan yang ringkih di pukul gerimis
            Lewat nada-nada oktaf tujuh yang dipandu rasi angin
Lihatlah! para dedaunan tertawa geli digelitik angin
Berderai-derai di rantingnya yang basah oleh gerimis
Berderai-derai di penghujung gerimis senja
            Lihatlah, ia begitu menawan menggoda
            Di bekas luka wajah langit yang telah terhabis kikis di dukanya
            Di wajahnya yang putih, bahkan di usianya yang mulai putih
            Berenkarnasi sang senja di penghujung gerimis
Terbiaskan rona wajahnya yang semakin merona dibinarnya
Terlihat anggun menggoda mata sampai ke puncaknya
Hingga pekad malam memudarkan dibias jingganya
Menutup rasa lelah untuk melewati hari besok yang kian menua

Pekanbaru, 24 Oktober 2016